Wiwik menjelaskan, poin pertama yakni laki-laki adalah pelopor bukan terlapor. Artinya, ayah harus menjadi orang pertama yang menghentikan siklus kekerasan di lingkungan sekitarnya.

“Kedua, edukasi emosi, yaitu jangan ragu menunjukkan kasih sayang karena ketegasan tidak harus dengan kekerasan dan wibawa tidak dibangun di atas rasa takut,” jelasnya.

Sementara poin ketiga adalah kemitraan sejajar, yakni menjadikan istri sebagai mitra dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berkomitmen menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif para ayah dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman.

“Kami membutuhkan tangan-tangan dingin para ayah untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Bangka Tengah tumbuh dengan rasa aman dan setiap perempuan dihargai martabatnya,” tutup Wiwik.

Baca Juga  Pemkab Bateng Telah Sekolahkan 182 PNS ke Perguruan Tinggi, Didominasi Tenaga Medis