Kegiatan kunjungan edukasi ini berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak aktif mendengarkan penjelasan, mengamati bangunan benteng, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sejarah daerah. Suasana belajar di luar kelas memberikan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menambah pengetahuan peserta didik secara langsung.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman tentang sejarah lokal, tetapi juga belajar mengenai pentingnya menghargai jasa para pendahulu serta menjaga peninggalan sejarah agar tetap lestari. Pendidikan sejarah diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat nasionalisme, serta kepedulian terhadap budaya daerah sejak usia dini.

Pihak sekolah berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar. Dengan demikian, siswa dapat belajar secara lebih aktif, kreatif, dan bermakna.

Baca Juga  Satpolairud Polres Basel Berhasil Kumpulkan 20 Kantong Darah di Rangkaian HUT ke-75

Dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat, diharapkan Benteng Bukit Toboali dapat terus terjaga sebagai salah satu warisan sejarah yang membanggakan bagi Kabupaten Bangka Selatan dan Indonesia pada umumnya.

Melalui kunjungan ini, SDIT Alam Cahaya berharap para siswa semakin termotivasi untuk belajar, mengenal sejarah bangsa, serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.