Salah satu orang tua wali santri, Ayahanda Rayyan, turut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendidik anaknya. Bagi keluarga, menyerahkan anak didik di pesantren adalah bentuk kepercayaan besar, dan hasil yang ditunjukkan saat ini adalah bukti keberhasilan pendidikan karakter.

“Sebagai orang tua, kami menyerahkan kepercayaan penuh kepada para ustadz dan ustadzah di sini. Melihat anak kami, Rayyan, tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, berakhlak, dan berbakti, rasanya hati kami sangat puas dan bahagia. Terima kasih kepada Pondok Pesantren Bahrul Ulum islamic center yang telah merawat dan membimbing mereka dengan penuh kasih sayang. Kami berharap lembaga ini terus maju dan melahirkan banyak lagi anak-anak hebat,” ungkapnya.

Baca Juga  Friendly Matches, IC FC Tekuk Elcupu FC 2-0

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bangka, Boy Yandra, dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kabupaten Bangka, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran strategis MTs Plus Bahrul Ulum dalam dunia pendidikan daerah. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peran krusial dalam menjaga nilai-nilai luhur di tengah arus zaman.

“Pemerintah sangat mengapresiasi langkah Yayasan Bahrul Ulum yang konsisten mencetak generasi muda yang berintegritas. Di era yang serba modern ini, keberadaan lembaga seperti ini menjadi penyeimbang, di mana siswa tidak hanya pintar secara akademik, maupun non akademik . Lulusan Bahrul Ulum diharapkan menjadi garda terdepan pembangunan daerah, membawa perubahan positif, dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat Kabupaten Bangka. Kami berkomitmen akan terus mendukung kemajuan pendidikan berbasis agama di wilayah ini,” tegas Boy Yandra.

Baca Juga  Pemkab Bangka Usulkan 40 UMKM Terima Sertifikat Halal Gratis

Suasana haru juga terasa dari perwakilan santri, Rayyan Atta Guardian, yang telah menempuh masa pendidikan dan pengabdian selama tiga tahun penuh di bawah asuhan yayasan. Bagi Rayyan, pesantren telah menjadi rumah kedua, dan para pengajarnya adalah orang tua kedua yang membentuk jati dirinya.

“Tiga tahun rasanya begitu cepat berlalu. Dulu kami datang dengan segala keterbatasan dan kenakalan, namun di sini kami ditempa, dibimbing, dan diajarkan arti tanggung jawab dan persaudaraan. Terima kasih kepada para Ustadz dan Ustadzah yang tak pernah lelah menegur dan mengingatkan kami. Ilmu dan nasihat Bapak/Ibu akan selalu kami bawa ke mana pun kami melangkah. Kami berjanji akan menjaga nama baik almamater dan menjadi anak yang membanggakan kedua orang tua serta guru-guru kami,” ucap Rayyan dengan mata berkaca-kaca disambut tepuk tangan hadirin.

Baca Juga  Rencana Bangun Ponpes, MUI Pangkalpinang Belajar ke Islamic Centre

Acara pelepasan dan tasyakuran ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan, pembagian hadiah bagi santri berprestasi, serta doa bersama demi kesuksesan para lulusan. Kini, para santri angkatan tahun 2026/2027 siap melangkah lebih jauh, membawa nama baik MTs Plus Bahrul Ulum Sungailiat untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.