Bangka Tengah Kini Miliki 11 Desa Wisata, Jadi Kekuatan Pariwisata Daerah
“Masing-masing desa memiliki karakteristik dan daya tarik tersendiri yang menjadi kekuatan pariwisata Bangka Tengah,” katanya.
Algafry mengatakan, pengembangan desa wisata dilakukan untuk mendorong potensi lokal agar memiliki nilai ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya sektor wisata, pemerintah daerah juga terus mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari ekosistem pariwisata.
Selain desa wisata, Bangka Tengah juga mulai memperkuat konsep wisata berbasis event dan festival daerah. Sejumlah kegiatan seperti NgabubuArt, Festival Danau Pading, Murok Jerami di Namang, hingga Kirab 1.000 Telur di Tapak Antu dinilai mampu menjadi magnet wisatawan sekaligus ruang promosi produk UMKM lokal.
“Berbagai festival budaya, kegiatan olahraga (Bateng Cup), seni, maupun event kreatif ini dapat menjadi magnet kunjungan wisatawan sekaligus ruang promosi bagi UMKM lokal dan ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat Bangka Tengah kini mulai aktif terlibat dalam pengelolaan desa wisata, kuliner lokal, homestay, jasa transportasi, hingga kegiatan ekonomi kreatif lainnya.
“Namun tentu saja, membangun masyarakat sadar wisata adalah proses yang harus terus diperkuat. Karena sadar wisata bukan hanya tentang menerima wisatawan, tetapi juga tentang membangun sikap ramah, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga keamanan, melestarikan budaya, serta memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung,” pungkasnya.
