Dongkrak Minat Baca Anak, Eva Algafry Luncurkan Buku Kumpulan Cerita Anak Hebat
Menurutnya, tidak semua komik, buku, maupun film anak yang terlihat lucu di permukaan, aman dari pengaruh buruk. Fenomena terselubungnya muatan negatif seperti tindakan perundungan (bullying) hingga kekerasan verbal dan fisik kerap kali menyusup dalam produk hiburan anak tanpa disadari.
“Membaca buku atau menonton film itu mutlak harus disesuaikan dengan usia anak. Di sinilah pentingnya kehadiran dan pendampingan orang tua. Anak pada usia tertentu belum memiliki kematangan emosional untuk memilah mana hal baik yang boleh ditiru dan mana yang buruk. Orang tua harus hadir memberikan edukasi, arahan, serta nasihat secara sabar,” tambah Eva dengan penuh penekanan.
Menanggapi terkait potret riil minat baca anak-anak di Bangka Tengah, Eva mengaku sangat optimis. Pengalamannya yang aktif terjun langsung bersama Komunitas Pena Muda Bangka Tengah dalam menggelar lapak baca gratis setiap minggu kedua dan keempat di alun-alun Kota Koba membuktikan bahwa antusiasme anak-anak sebetulnya sangatlah besar.
“Melalui program Kurasi (Kunjungan Rumah Literasi), kita membiasakan tradisi membaca bersama keluarga di lingkungan domestik. Infrastruktur kita sebenarnya sudah siap, kita punya perpustakaan daerah dengan koleksi yang sangat kaya, serta perpustakaan di tingkat kelurahan hingga tiap desa,” tambahnya.
Bunda Literasi Bangka Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan keterbatasan akses sebagai alasan. Kunci utama keberhasilan literasi generasi masa depan kini bertumpu pada bagaimana manajemen waktu, kesadaran, serta tingkat kesabaran orang tua dalam meluangkan waktu emas demi membaca bersama anak di rumah.
*Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
