Selain menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Prof Udin juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, beserta seluruh perangkat daerah, panitia kurban, dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses distribusi hingga pelaksanaan penyembelihan.

Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sapi bantuan Presiden yang merupakan jenis brahman tersebut disebut dengan nama “Bramus.”

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Gubernur serta semua pihak yang telah membantu proses pengurusan dan pengiriman sapi ini hingga sampai ke lokasi. Apresiasi juga kami sampaikan kepada panitia kurban dan masyarakat yang turut berpartisipasi menyalurkan hewan kurban di Masjid Khoirul Baitil Muslimin,” tambahnya.

Prof Udin menegaskan, ibadah kurban bukan hanya menjalankan syariat agama, namun juga memiliki makna sosial yang kuat dalam mempererat solidaritas dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga  28 Tim Basket Bertarung Dapatkan Piala Wali Kota Pangkalping Cup

“Kurban mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama. Insyaallah, daging kurban ini nantinya disalurkan kepada para mustahik dan masyarakat yang berhak menerima secara baik dan tepat,” katanya.

Sementara itu, warga Kelurahan Ketapang, Suryanto, mengaku bersyukur dan menyambut baik bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban dari Presiden RI tersebut.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi perhatian nyata bagi masyarakat dan membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga saat momentum Iduladha.

“Kami sebagai warga Ketapang tentu merasa senang dan berterima kasih atas bantuan ini. Ini bukan hanya soal hewan kurban, tapi bentuk perhatian kepada masyarakat kecil. Semoga bantuan seperti ini membawa keberkahan dan manfaat bagi warga yang menerima,” ujar Suryanto.

Baca Juga  Pengamanan Malam Takbiran di Pangkalpinang Berjalan Kondusif, Lalu Lintas Sempat Padat

Ia juga berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan melalui momentum kurban dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Pangkalpinang.