Sementara, yang bontot Rohan Abdul Kamil, memilih Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di UPI angkatan 2026.

Menurut Ghiyast mereka memilih kuliah di UPI atas kemauan sendiri. “Tidak ada paksaan dari Bapak dan Ibu. Saya memang berniat menjadi guru,” ungkap Ghiyast melalui percakapan WhatsApp selasa (2/6/2026) .

Saat ini Ghiyast mengajar bidang seni budaya di SMA Muhammadiyah Toboali. Sedangkan adiknya Shidqi saat ini bekerja di agensi desain.

Tentang keluarganya yang merupakan satu alumni, UPI Bandung, Ghiyast yang kini mengabdi di SMA Muhammadiyah Toboali mengungkapkan bahwa pada dasarnya semua orang juga bisa seperti yang mereka dapati.

“Semua itu tidak lepas dari tekad dan usaha yang keras, agar apa yang kita cita citakan bisa tercapai. “Jika orang lain bisa kenapa kita tidak, itu prinsip yang selalu diajarkan ayah saya,” ungkap Ghiyast.

Baca Juga  Kunjungi Sekretariat PWI Basel, Ini Fokus Harwendro dan Yogi Maulana jika Terpilih Jadi Anggota DPR

Keluarga besar Supratman mengajarkan kita tentang kerja keras untuk mencapai cita-cita.
Jika orang lain bisa, kenapa kita tidak?

Terima kasih Pak Ceng Supratman untuk kisah inspiratifnya. Semoga menjadi inspirasi bagi keluarga lainnya di Bangka Selatan khususnya Indonesia.