Pembekalan volunteer ERG kali ini juga menghadirkan narasumber dari Kantor Sar Pangkalpinang sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat kapasitas relawan kebencanaan.

Kepala Sub Seksi Sumber Daya Kantor Sar Pangkalpinang, Budi Setiawan, mengapresiasi komitmen PT TIMAH dalam membina relawan tanggap darurat dan memperkuat sinergi penanganan kebencanaan.

“Penanganan emergency tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi. Kami mengapresiasi PT TIMAH yang terus membina relawan ERG karena keberadaan relawan sangat membantu agar penanganan bencana lebih efektif dan efisien,” katanya.

Ia menjelaskan, pembekalan ini menjadi bekal awal bagi peserta untuk memahami prinsip dasar penanganan kedaruratan, mulai dari mitigasi, pertolongan pertama, hingga prinsip keselamatan dalam operasi penyelamatan.

Baca Juga  Kolaborasi PT Timah dan UMKM, Puluhan Guru di Pangkalpinang Dibekali Keterampilan Kreatif

“Yang paling penting adalah safety. Jangan sampai saat melakukan pertolongan justru menjadi korban. Relawan harus memiliki bekal dasar dan terus meningkatkan kompetensi melalui latihan berkelanjutan,” ujarnya.

Salah satu peserta volunteer dari anak perusahaan PT DAK, Wendra, mengaku antusias dapat menjadi bagian dari volunteer ERG PT TIMAH.

Menurutnya, pengalaman di bidang kesehatan membuat dirinya tertarik untuk memperdalam kemampuan dalam penanganan kegawatdaruratan dan misi kemanusiaan.

“Bagi saya ini pengalaman baru yang sangat penting. Kita tidak berharap ada bencana, tetapi kalau suatu saat terjadi kita harus siap dan memiliki ilmu. Masuk dalam tim ini saja sudah menjadi kebanggaan,” katanya.

Melalui pembekalan volunteer ERG ini, PT TIMAH berharap dapat membangun tim tanggap darurat yang lebih kuat, profesional, serta mampu memberikan respon cepat dalam mendukung misi kemanusiaan maupun penanganan keadaan darurat di masa mendatang. (*)

Baca Juga  PT Timah Latih Ibu-ibu Sungailiat Olah Sampah Jadi Kompos Bernilai Ekonomis