Dongkrak Omzet Produk Lokal, Dinas KUKM Babel Dorong Transformasi Digital Koperasi dan UMKM
Dongkrak Omzet Produk Lokal, Dinas KUKM Babel Dorong Transformasi Digital Koperasi dan UMKM
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berkomitmen meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal di era digital. Langkah konkret ini diwujudkan melalui fasilitasi pelatihan dan sertifikasi digital marketing berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kepala Dinas KUKM Babel, Arie Primajaya, mengungkapkan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 2 hingga 4 Juni 2026 ini, diikuti oleh 20 peserta. Mereka terdiri dari pelaku koperasi, pelaku UMKM, serta tenaga pendamping lapangan.
Menurut Arie, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran secara signifikan, sehingga penguatan kompetensi SDM di sektor ini menjadi harga mati agar produk lokal mampu bersaing.
“Konsumen kini mencari informasi produk melalui internet, membandingkan harga, dan melakukan transaksi secara online. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi UMKM kita,” kata Arie Primajaya di Pangkalpinang.
Ia menambahkan, produk-produk lokal Bangka Belitung memiliki potensi besar untuk berkembang pesat, mulai dari olahan makanan, kerajinan, hingga produk berbasis kearifan lokal. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan kemampuan pemasaran digital yang mumpuni agar dapat menembus pasar yang lebih luas.
Arie menekankan bahwa digital marketing bukan sekadar aktivitas promosi atau sekadar mengunggah foto di media sosial. Lebih dari itu, cakupannya meliputi pemahaman pasar, pembangunan identitas produk (branding), pengelolaan konten, analisis perilaku konsumen, hingga penyusunan strategi pemasaran yang efektif.
“Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga didorong untuk memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara resmi melalui sertifikasi BNSP,” ujarnya.
Pihaknya mengakui, sejauh ini masih banyak pelaku UMKM di Babel yang menghadapi kendala teknis dalam pemasaran digital, mulai dari pembuatan konten yang menarik, pemanfaatan marketplace, hingga membaca respons konsumen. Oleh karena itu, pelatihan intensif seperti ini dinilai sangat strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
Selain meningkatkan kompetensi individu, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang kolaborasi antar-peserta untuk membangun jejaring (networking) dan saling berbagi pengalaman demi memperkuat ekosistem UMKM di Negeri Serumpun Sebalai.
“Digital marketing membuka peluang tanpa batas. Produk dari daerah kini dapat dikenal luas tanpa terhalang jarak, dan ini momentum yang harus kita manfaatkan bersama,” terang Arie.
Melalui program ini, Dinas KUKM Babel berharap dapat melahirkan SDM yang kompeten, adaptif, dan siap menjadi penggerak transformasi digital. Sertifikasi yang diperoleh juga diharapkan menjadi nilai tambah profesionalisme bagi pelaku usaha.
“Kami berharap peserta tidak hanya sekadar memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk memperluas pasar, meningkatkan omzet, serta memperkuat branding produk usahanya agar bisa naik kelas,” pungkas Arie.
