Selain itu, Dr. Fitri mengingatkan peserta mengenai bahaya judi online yang saat ini semakin menyasar kalangan remaja. Ia menjelaskan bahwa judi online bukanlah cara untuk memperoleh keuntungan, melainkan sebuah sistem yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial, gangguan kesehatan mental, hingga masalah sosial yang lebih luas.

Materi juga membahas berbagai bentuk penipuan digital dan investasi bodong yang marak beredar di media sosial. Siswa diajak untuk lebih kritis terhadap tawaran keuntungan instan dan memahami bahwa setiap investasi yang legal selalu memiliki tingkat risiko yang sebanding dengan potensi keuntungan yang ditawarkan.

Sebagai langkah membangun kebiasaan finansial yang positif, peserta didorong untuk mulai menabung dan menyusun perencanaan keuangan sederhana sejak usia sekolah. Menurut Dr. Fitri, kebiasaan menabung bukan ditentukan oleh besar kecilnya nominal, melainkan oleh konsistensi dan kedisiplinan dalam mengelola uang.

Baca Juga  Satlantas Polres Bangka Gelar Operasi Patuh Menumbing, Ini 12 Pelanggaran yang Jadi Target

Di akhir sesi, siswa diajak memahami bahwa investasi terbaik bagi pelajar bukan hanya dalam bentuk aset finansial, tetapi juga investasi pada diri sendiri melalui pendidikan, keterampilan, penguasaan teknologi, dan pengembangan wawasan. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial di masa depan secara lebih bijaksana dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Bangka Belitung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat literasi dan karakter generasi muda dalam menghadapi dinamika kehidupan di era digital.