“Kami mendapat pelatihan selama tiga hari dan itu sangat membantu. Sebelumnya juga pernah belajar dari rekan-rekan di Karimun, sehingga sekarang kami bisa mulai mengembangkan batik khas daerah sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, daya tarik membatik bukan hanya karena aspek ekonomi, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup.

“Tertarik membatik karena batik merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Kami ingin Kundur juga punya identitas batiknya sendiri,” katanya.

Batik khas Kundur yang dikembangkan saat ini mengangkat berbagai unsur lokal sebagai motif utama, mulai dari siput khas yang menjadi bahan makanan tradisional lendot, daun-daunan lokal, bunga, hingga bentuk geografis Pulau Kundur.

Baca Juga  Tins Half Marathon Jadi Berkah bagi Pelaku UMKM, Omzet Naik Drastis

“Kami punya motif siput khas Kundur, kemudian daun dan bunga lokal yang kami kombinasikan menjadi motif batik. Ada juga motif yang menceritakan tentang Pulau Kundur,” jelas Farhida.

Saat ini kelompok masih memfokuskan pengembangan pada batik ecoprint dengan memanfaatkan dedaunan lokal sebagai bahan utama.

“Daun-daun yang ada di sekitar kami kumpulkan dan diolah menjadi motif ecoprint. Karena masih baru, kami fokus memperkuat identitas ecoprint terlebih dahulu,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui proses pengembangan batik masih menghadapi tantangan, terutama dalam memahami karakter bahan dan jenis daun yang sesuai untuk menghasilkan motif terbaik.

“Kami masih terus belajar karena tidak semua bahan bisa digunakan untuk ecoprint. Jadi kami terus mencoba dan belajar mengenali bahan yang cocok agar kualitas produk semakin baik,” ujarnya.

Baca Juga  PT Timah Dukung Prestasi Atlet Voli di Even Referee Cup 2 Kabupaten Karimun

Farhida berharap melalui pelatihan dan pendampingan yang terus dilakukan, para anggota Rumah Batik Kundur dapat berkembang menjadi pembatik profesional dan mampu membangun usaha yang mandiri.

“Harapannya nanti kami bisa menjadi pembatik yang benar-benar profesional dan memiliki produk yang dikenal luas. Semoga pelatihan dan workshop terus berlanjut agar kemampuan kami semakin berkembang,” katanya. (*)