PT Timah Tingkatkan Wawasan Kesehatan Karyawan, Edukasi Sindrom Metabolik untuk Dukung Produktivitas Kerja
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, hingga gangguan fungsi ginjal.
Meski demikian, dr Hamka menegaskan bahwa sindrom metabolik merupakan kondisi yang dapat diperbaiki bahkan mencapai pemulihan apabila dilakukan intervensi sejak dini.
“Kondisi ini bisa diperbaiki dan dikembalikan ke posisi sehat apabila dilakukan perubahan gaya hidup secara konsisten,” katanya.
Ia menjelaskan sejumlah indikator yang perlu diwaspadai antara lain obesitas sentral, tingginya kadar trigliserida, rendahnya kolesterol HDL, tekanan darah tinggi, serta peningkatan kadar gula darah.
Untuk mengurangi risiko sindrom metabolik, dr Hamka menyarankan penerapan pola hidup sehat melalui perbaikan pola makan, peningkatan aktivitas fisik secara rutin, pengelolaan berat badan, menjaga kualitas tidur, serta mengelola stres dengan baik.
Selain menghadirkan dokter spesialis, webinar kesehatan ini juga menghadirkan nutrisionis RS Siloam, Linda Eratni Elik, S.Gz yang memberikan edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan sehat sebagai bagian dari pencegahan penyakit metabolik.
Melalui program edukasi kesehatan secara berkelanjutan, PT TIMAH berharap dapat membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
