“Kami mengapresiasi kesigapan personel Sat Polairud yang segera merespons laporan masyarakat dan melakukan penyelamatan terhadap dua nelayan yang berada dalam kondisi berbahaya akibat bagan roboh diterjang ombak,” kata Dedi, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kepolisian, terutama bagi para nelayan yang setiap hari menghadapi risiko cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami, terlebih bagi para nelayan yang setiap hari menghadapi risiko cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu,” ujarnya.

Sementara itu, Anuar mengaku bersyukur atas bantuan cepat yang diberikan personel Sat Polairud Polres Bangka Tengah.

“Saat itu saya menuju bagan untuk melaut, tetapi cuaca sedang buruk hingga bagan roboh. Kami kemudian meminta bantuan untuk menghubungi Sat Polairud Polres Bangka Tengah. Alhamdulillah bantuan datang sesuai harapan dan kami berhasil diselamatkan. Terima kasih kepada seluruh personel yang telah membantu kami,” ungkapnya.

Baca Juga  Kisah Nelayan Pemalang, 4 Hari Hanyut Terombang Ambing, Ditemukan Selamat di Laut Bangka

Polres Bangka Tengah mengimbau seluruh nelayan dan masyarakat pesisir agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, melengkapi perlengkapan keselamatan, serta tidak memaksakan aktivitas di laut saat cuaca memburuk.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi darurat juga dapat menghubungi layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.