“Dak usah ambil video. Apa hak ambil video,” tegas salah seorang pekerja.

Di bawah rangka baliho yang perlahan diturunkan, wartawan tetap berdiri menjalankan tugasnya. Namun larangan itu tidak berhenti pada pengambilan gambar semata. Pekerja tersebut juga meminta agar kegiatan peliputan dihentikan dan wartawan meninggalkan lokasi.

“Dak usah meliput di sini,” tambahnya lagi.

“Dak usah ambil video,” ulang pekerja itu dengan nada tinggi.

Ketegangan semakin terasa ketika seorang pegawai Cinda Media melontarkan pernyataan yang bernada ancaman. Kalimat itu diucapkan di tengah perdebatan mengenai aktivitas peliputan yang sedang berlangsung. Ancaman tersebut menambah tekanan bagi wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Kalau ada apa-apa ku cari kamu,” katanya.

Baca Juga  Pulau Kelapan, Surga Snorkling di Bangka Belitung

Tak berselang lama, dua pekerja yang sebelumnya berada di atas baliho turun ke bawah. Ketegangan pun meningkat ketika keduanya terlibat adu argumentasi dengan jurnalis Bangkapos dan sejumlah wartawan lain yang berada di lokasi.

Dalam peristiwa itu, salah seorang pekerja yang terlibat diketahui bernama Rian. Ia disebut bekerja di PT Cinda Karya Media atau Cinda Group. PT Cinda Karya Media atau Cinda Group diketahui merupakan perusahaan yang dimiliki Basit Cinda. Nama Basit Cinda sebelumnya dikenal sebagai calon Wali Kota Pangkalpinang yang tidak berhasil memenangkan Pilkada Ulang 2025.

Pimpinan Cinda Group Basit Cinda dikonfirmasi via pesan WA belum memberikan jawaban. Timelines.id memberi ruang hak jawab sesuai kode etik jurnalistik dan UU Pers No 40 tahun 1999.

Baca Juga  Danlanal Babel Resmikan Desa Sadai sebagai Kampung Bahari Nusantara