Ketua DWP Pangkalpinang Resmi Berganti, Prof Udin: Penurunan Stunting Jadi Prioritas Utama
Ketua DWP Pangkalpinang Resmi Berganti, Prof Udin: Penurunan Stunting Jadi Prioritas Utama
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Serah Terima Jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pangkalpinang dari Ketua DWP periode 2023–2026 kepada Ketua Pengganti Antarwaktu (PAW), dr. Saraswati Budiyanto, di Balai Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (11/6/2026).
Acara tersebut dihadiri Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, jajaran pengurus DWP, serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dalam sambutannya, Prof. Saparudin berharap kepengurusan DWP Kota Pangkalpinang yang baru dapat terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting, kemiskinan, dan pengangguran.
“Kami berharap Dharma Wanita Persatuan Kota Pangkalpinang dapat mendukung program-program Pemerintah Kota Pangkalpinang, termasuk program penurunan stunting, penurunan angka kemiskinan, dan penurunan angka pengangguran. Walaupun kegiatan yang dilakukan mungkin terlihat kecil, tetapi saya yakin akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mendukung program-program tersebut,” ujar Saparudin.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan martabat keluarga aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, peran istri ASN sangat penting dalam mendukung kinerja suami agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan profesional.
“Saya meminta para ibu-ibu Dharma Wanita untuk menjaga integritas dan martabat. Jaga diri, jaga keluarga, sehingga para suami dapat bekerja dengan baik. Karena ibu-ibu adalah pendamping dari para pegawai negeri sipil yang memiliki tanggung jawab besar dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Saparudin juga menyinggung upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mengatasi angka pengangguran yang masih berada di atas rata-rata nasional. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK) serta program pelatihan tenaga kerja bekerja sama dengan pemerintah pusat.
“Pengangguran di Kota Pangkalpinang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Tahun ini kami menyiapkan Balai Latihan Kerja. Selain itu, ada program dari Kementerian yang rencananya akan melatih sekitar 500 pemuda Pangkalpinang agar memiliki keterampilan dan bisa bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Menurut Saparudin, program tersebut diperkirakan mulai berjalan pada September atau Oktober 2026 dengan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional, seperti bidang keperawatan maupun pengelasan (welder).
