PT Timah Berencana Menambang di Kedalaman 80 Meter

JAKARTA, TIMELINES.ID – Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Harry Budi Sidharta menyebut pihaknya saat ini berencana melakukan eksplorasi dan penambangan biji timah di kedalaman mencapai 80 meter.

Untuk itu, PT Timah Tbk sedang merencanakan teknologi yang yang akan digunakan dalam eksplorasi dan eksploitasi di kedalaman 80 meter baik di darat maupun di laut.

“Saat ini cadangan semakin menipis sehingga perlu dilakukan perluasan salah satunya dengan penambangan di kedalaman 80 meter. Karena selama ini penambangan timah dilakukan di kedalaman 50 meter,” jelas Harry usai RUPST, Jumat (12/6/2026).

“Di laut tentu, kita butuh kapal-kapal baru karena menambang di kedalaman 80 meter di bawah laut sehingga dibutuhkan alat yang lebih prospektif,” tambah Harry seperti dikuti dari CNBC.

Sementara di wilayah darat, pengembangan tambang primer memerlukan teknologi pemisahan mineral yang kompleks.

Baca Juga  Geger, Bocah 4 Tahun Hilang Terseret Arus di Saluran Air Jalan Ahmad Yani Pangkalpinang

Diketahui sumber daya saat ini mencapai 800.000 dan cadangan 300.000.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah, Ilhamsyah Mahendra mengatakan ketersediaan cadangan saat ini dinilai masih belum ideal.

Karena visi misi Perusahaan untuk mendominasi pasar global dalam waktu lama.

“Dengan cadangan itu hana untuk 10-15 tahun sehingga kita butuh deposit untuk lebih dari 100 tahun. Untuk melakukan eksplorasi kita didukung teknologi yang menggunakan platform GIS serta drone agar ekplorasi benar-benar akurat dan kecepatan waktu,” tutupnya.

Dilansir, PT Timah Tbk Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Jumat (12/6/2026).

RUPST yang digelar di Jakarta ini kembali merombak posisi jajaran direksi. Para pemegang saham sepakat posisi Wakil Direktur Utama dihapus.

Baca Juga  PT Timah Dukung Pembinaan Atlet Muda, Sediakan Lapangan Sepak Bola untuk Masyarakat di Bangka Barat,

Begitu juga dengan pemberhentian dengan hormat Suhendra Yusuf Prawiranegara sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

Posisi Wakil Dirut yang sebelumnya dijabat Harry Budi Sidharta kini menjadi Direktur Srategi Korporasi dan Pengembangan Usaha.

Posisi Direktur SDM diubah menjadi Direktur SDM dan Transformasi Korporasi.