PT Timah Raup Laba Bersih Rp1,31 Triliun Tahun 2025, Bagikan Dividen Rp656 Miliar
Restu menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang dinamis.
Memasuki tahun 2026, PT Timah optimis dapat melanjutkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini didorong oleh prospek permintaan timah global yang sangat menjanjikan, di mana sekitar 50 persen konsumsi timah dunia ditopang oleh industri solder tulang punggung bagi sektor semikonduktor dan elektronik.
Pertumbuhan segmen ini diperkirakan akan terus menguat seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), perluasan pusat data (data center), transisi energi, serta masifnya investasi pada infrastruktur kelistrikan modern.
Untuk menangkap peluang emas tersebut, PT Timah telah menyiapkan 5 strategi utama di tahun 2026 yaitu akselerasi produksi: Mempercepat laju produksi dan melakukan optimalisasi cadangan timah yang ada, transformasi ESG: Mendorong digitalisasi operasional dan penguatan prinsip keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance), efisiensi berkelanjutan: Melakukan optimalisasi biaya dan efisiensi di seluruh rantai serta lini bisnis, optimalisasi anak perusahaan: Meningkatkan performa entitas anak usaha dan aset non-operasi, dan sinergi strategis: Memperkuat kolaborasi internal dan eksternal demi menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Berikut adalah rincian capaian kinerja keuangan dan operasional PT Timah pada tahun buku 2025:
- Indikator Keuangan
- Pendapatan: Rp11,55 triliun (naik 6,41% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp10,86 triliun).
- Laba Usaha: Rp1,91 triliun.
- EBITDA: Rp2,76 triliun.
- Laba Bersih: Rp1,31 triliun.
- Indikator Operasional
- Produksi Bijih Timah: 18.635 ton Sn.
- Produksi Logam Timah: 17.815 metrik ton.
- Penjualan Logam Timah: 16.634 metrik ton.
