Kepala Desa Batu Belubang, Ahirman, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai pendidikan karakter sejak dini sangat penting agar generasi mendatang mampu menjaga keutuhan bangsa. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Nilai saling menghargai yang didapat hari ini bisa mereka terapkan dalam keseharian,” katanya.

Sementara itu, perwakilan guru SD Negeri 10 Pangkalan Baru, Rumansa, mengapresiasi pembelajaran di luar kelas ini. “Anak-anak tidak hanya dapat ilmu, tapi juga belajar kerja sama, tanggung jawab, dan kebersamaan,” ungkapnya.

Materi keberagaman disampaikan oleh Anja Kusuma Atmaja, M.Sos., yang menjelaskan kekayaan budaya Indonesia dan pentingnya menjaga persatuan. Peserta yang berasal dari latar belakang suku Melayu dan Bugis diajak memahami bahwa perbedaan adalah anugerah yang harus dijaga bersama.

Baca Juga  Heboh Video Pengakuan Anak SD di Bangka Hendak Diculik, Ini Kata Kapolres Bangka

Setelah sesi materi, suasana semakin ceria lewat rangkaian permainan edukatif seperti Cari Kata Berserakan dan Estafet Balon. Melalui permainan ini, anak-anak dilatih berpikir kritis, berkomunikasi, serta membangun kekompakan tim dengan semangat kompetisi yang sehat.

Kegiatan ini didukung tim panitia yang terdiri dari Rahman Sarnubi, Bella Sartika, Nirmala, Komaria, Aldi Adryan, Arena Talia Agustin, dan Salsabila Hadi Rahmadani. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh generasi yang menghargai perbedaan, menjunjung persatuan, dan siap membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.