Meski saat ini, ekonomi nasional sedang dalam kondisi kurang baik warga Desa Nyelanding tetap melaksanakan tradisi tahunan ini.

“Alhamdulillah, ekonomi warga masih cukup baik. Kita merayakan tradisi 1 Muharam ini seperti setiap tahun kita laksanakan,” tambahnya.

Kata Nurdin, saat ini terdapat 1700 rumah di Desa Nyelanding. Jika setiap rumah menyiapkan ayam minimal 10 kilogram hingga 30 kilogram per bubung rumah, maka jumlah total ayam panggang yang disiapkan mencapai sedikitnya 51.000 kilogram atau 51 ton.

“Biasanya dalam 1-2 hari ayam habis karena tamu yang hadir banyak,” ungkap Nurdin.

Ia mengatakan tamu yang datang ke Desa Nyelanding dari Mentok, Sungailiat, Pangkalpinang dan Koba.

Baca Juga  Selamat! 2 Siswa SMAN 1 Toboali Wakili Babel di Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional

“Tamu yang hadir dari 4 kabupaten di Pulau Bangka. Mereka selalu hadir di acara tahun baru Islam ini,” kata Nurdin.

“Malam ini setelah Isya kita akan menggelar doa selamat menyambut tahun baru Islam di masjid,” tambahnya.

Di sisi lain, Nurdin juga mengajak warga Bangka Belitung untuk hadir ke Nyelanding seraya menikmati objek wisata Air Panas Desa Nyelanding.

“Mari datang ke desa kami, warga menyiapkan Ayam Panggang dan Nasi Ketan. Kita juga ada objek wisata air panas alami,” tutupnya.

Seperti diketahui, Hikuk Helawang, ekspresi budaya tradisional khas masyarakat Desa Nyelanding, sudah resmi tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal dalam arsip Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI pada tahun 2025.

Baca Juga  Ketua PN Jakarta Selatan Jadi Tersangka Suap Ekspor CPO Rp60 M

Pencatatan ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus melindungi warisan leluhur dari ancaman kepunahan.