Kesbangpol Bangka Luncurkan Pendidikan Politik Pemula di SMK Muhammadiyah Sungailiat
Kesbangpol Bangka Luncurkan Pendidikan Politik Pemula di SMK Muhammadiyah Sungailiat
BANGKA, TIMELINES.ID — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bangka resmi meluncurkan kegiatan Pendidikan Politik Pemula pada Kamis, 18 Juni 2026. Acara perdana yang berlangsung di SMK Muhammadiyah Sungailiat ini diikuti dengan penuh antusias oleh 60 siswa serta perwakilan guru dan tenaga pendidik.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Bangka, Romlan, berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman mendalam bagi para siswa yang akan menjadi pemilih pemula. Menurutnya, generasi muda adalah aset berharga yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.
Suara yang diberikan oleh para pelajar dalam pemilu maupun pilkada dinilai memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan.
“Adik-adik tidak hanya sekadar memilih, tetapi harus menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan bertanggung jawab. Jangan cuma diberi uang 100 ribu, lalu dicoblos,” tegas Romlan mengingatkan pentingnya menolak politik uang.
Di sisi lain, Kabid Politik Dalam Negeri (Poldagri) dan Ormas Kesbangpol Kabupaten Bangka, Adi Muslih, menjelaskan bahwa program ini merupakan terobosan baru yang sempat tertunda pada tahun sebelumnya akibat adanya pelaksanaan Pilkada Ulang 2025.
Ke depan, Kesbangpol Bangka berencana menggelar kegiatan ini secara bergilir di berbagai kecamatan dengan menyasar pelajar SMA, SMK, dan mahasiswa. Langkah ini diambil demi menciptakan generasi muda yang sadar politik dan cerdas dalam berdemokrasi.
“Insya Allah giat ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah. Ini baru pertama kalinya dilaksanakan secara resmi setelah sempat tertunda tahun lalu,” pungkas Adi Muslih.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Sungailiat, Dicky, menyambut baik dan mengaku bangga karena sekolahnya dipilih sebagai lokasi peluncuran program ini. Ia berharap edukasi seperti ini bisa menjadi agenda rutin.
“Terima kasih kepada Kesbangpol Bangka yang telah melaksanakan giat ini. Ke depannya, kami berharap kegiatan pendidikan politik bagi siswa sekolah bisa rutin dilakukan,” ujar Dicky.
