“Buku ini menjadi bukti bahwa reklamasi bukan hanya program perusahaan, tetapi sebuah proses panjang yang melibatkan dedikasi, inovasi, dan kolaborasi banyak pihak. Melalui tulisan para karyawan yang terlibat langsung di lapangan, masyarakat dapat melihat bagaimana upaya pemulihan lingkungan dilakukan secara nyata dan berkelanjutan,” kata Anggi.

Ia menambahkan, penerbitan buku ini juga menjadi bagian dari upaya transfer pengetahuan agar pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh selama proses reklamasi dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kami berharap buku ini dapat menjadi referensi, sekaligus memperkuat pemahaman publik bahwa kegiatan pertambangan yang baik harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga dan memulihkan lingkungan,” tambahnya.

Salah satu penulis buku, Tofan Randy Wijaya, menjelaskan bahwa SELARAS disusun dalam format antologi yang berisi kumpulan cerita dan pengalaman para penulis yang terlibat langsung dalam kegiatan reklamasi.

Baca Juga  Puluhan Ribu Warga Jadi Penerima Manfaat Program CSR PT Timah

Ia menegaskan bahwa buku tersebut tidak disajikan sebagai laporan perusahaan yang formal, melainkan ditulis dengan pendekatan yang lebih ringan sehingga mudah dipahami berbagai kalangan.

“SELARAS bukan buku laporan perusahaan. Kami ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan pembaca sehingga siapa pun dapat memahami proses reklamasi dari sudut pandang para pelaku di lapangan,” ujarnya.

Menurut Tofan, dokumentasi pengalaman menjadi penting mengingat dinamika organisasi yang terus berkembang. Melalui buku ini, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki para pelaku reklamasi dapat terus diwariskan dan menjadi referensi bagi generasi selanjutnya.

Senada, Muhammad Romainoor menuturkan bahwa keberhasilan reklamasi tidak terlepas dari kerja sama tim yang kuat. Setiap lokasi memiliki tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk mencapai target pemulihan lingkungan yang telah ditetapkan.

Baca Juga  PT Timah Gelar Lomba Karaoke Lagu Kebangsaan bagi Pelajar Bangka Barat

Tidak hanya mengangkat reklamasi darat, buku ini juga memuat kisah reklamasi laut. Rahmat Wijaya, salah satu penulis yang terlibat dalam pemantauan bawah laut, membagikan pengalamannya mengenai upaya pemulihan ekosistem perairan melalui berbagai program reklamasi dan konservasi laut yang dijalankan perusahaan.

Melalui buku SELARAS: Harmoni Reklamasi PT TIMAH di Bumi Utara Bangka, para penulis berharap pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan dapat menjadi sumber pembelajaran, memperkaya literasi lingkungan, serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya reklamasi sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (*)