Rutan Mentok Migrasikan Faskes Warga Binaan ke Klinik Pratama Armelia
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Bangka Barat. Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Safi’i Rangkuti, menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang setara terhadap akses kesehatan bermutu, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman.
“Pengalihan FKTP seluruh WBP yang memiliki kepesertaan aktif ke Klinik Pratama Armelia dilakukan untuk memastikan mereka mendapat jaminan penuh oleh BPJS Kesehatan,” kata Safi’i.
Safi’i menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) yang inklusif. Integrasi faskes ini juga berfungsi mempercepat rujukan penanganan darurat (kegawatdaruratan) medis bagi WBP jika diperlukan.
Dinas Kesehatan berkomitmen terus mengawal dan bersinergi dengan Klinik Pratama Armelia guna menjaga standar mutu pelayanan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bangka Barat, Hendri Carmanto, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi ini. Ia menyebut pemindahan faskes massal ini sebagai langkah taktis dalam pemenuhan regulasi jaminan kesehatan nasional bagi kelompok rentan.
“Dengan dipindahkannya faskes ke Klinik Pratama Armelia, mereka terlindungi penuh oleh BPJS Kesehatan secara sah. Jika sewaktu-waktu membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut, proses administrasinya akan jauh lebih cepat,” pungkas Hendri.
