Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai penggunaan berbagai aplikasi pendukung pembelajaran. Materi yang disampaikan Dr. Hendra Prasetia, M.Pd. mencakup pemanfaatan platform digital seperti Canva, Google Slide untuk membuat media visual yang menarik, penggunaan aplikasi Quizizz, wordwall untuk kuis interaktif, hingga pengenalan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti Notebook LM dan Gemini AI yang dapat digunakan untuk personalisasi materi belajar. Para guru dan kepala sekolah tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari demonstrasi hingga praktik pembuatan media yang siap pakai di kelas masing-masing.

Manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat berdampak positif secara langsung bagi proses pembelajaran siswa SD di Kulon Progo. Dengan dibekalinya para guru dengan keterampilan membuat media IT yang berpendekatan deep learning, kegiatan belajar mengajar diharapkan menjadi lebih interaktif dan mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Seorang guru peserta pelatihan mengungkapkan, “Saya jadi paham bahwa media IT bukan hanya untuk membuat pelajaran lebih menarik, tetapi juga untuk membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam dan kontekstual.”

Kolaborasi antara UNY dan Disdikpora ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan ekosistem pendidikan digital yang kuat di Kulon Progo kedepannya, diharapkan pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan diikuti dengan pendampingan, sehingga para guru dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.