Di tengah persaingan yang sangat ketat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil menorehkan prestasi membanggakan melalui dua putra terbaiknya. Desri Susilawani, pendongeng yang bertugas di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sukses meraih Pemenang 1 Nasional Kategori Umum lewat kisah Legenda Bukit Bejungor. Sementara itu, Rusmanadi, ASN yang juga guru SD di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, berhasil menjadi pemenang 1 pada Kategori Orang Tua.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Negeri Serumpun Sebalai sekaligus membuktikan bahwa kekayaan cerita rakyat Bangka Belitung memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pegiat literasi, pendongeng, guru, dan generasi muda untuk terus melestarikan budaya daerah melalui tradisi bertutur yang sarat nilai dan kearifan lokal.

Baca Juga  Perpusdes Ceria Desa Tiram Sabet Juara I, Pj Kades Bersyukur

Mengungkapkan rasa syukurnya, Desri Susilawani menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan amanah untuk terus memperkenalkan cerita rakyat Bangka Belitung kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kemenangan ini bukan hanya milik saya, tetapi milik seluruh masyarakat Bangka Belitung. Cerita rakyat adalah warisan berharga yang mengandung nilai kehidupan, kearifan lokal, dan jati diri bangsa. Saya berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai budaya daerah, berani berkarya, serta menjadikan tradisi mendongeng sebagai ruang belajar, berbagi inspirasi, dan menjaga identitas Indonesia. Dari Serumpun Sebalai, kami ingin terus bercerita untuk Indonesia.”

Prestasi yang diraih Desri Susilawani dan Rusmanadi menjadi bukti bahwa cerita rakyat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan budaya yang terus hidup, menginspirasi, dan mampu mengharumkan nama Bangka Belitung di panggung nasional. Semoga capaian ini menjadi pemantik lahirnya semakin banyak pendongeng dan pegiat budaya dari Negeri Serumpun Sebalai yang membawa cerita lokal menuju panggung Indonesia, bahkan dunia.

Baca Juga  Kerangka Berpikir Kolektif terhadap Provinsi Bangka Belitung sebagai Daerah Kepulauan