Menurutnya, dari 350 pendaftar hanya 252 yang diterima. Ia memohon maaf karena belum bisa melayani seluruhnya.

“Insyaallah tahun-tahun ke depan SMA Muhammadyah berupaya untuk meningkatkan menambah sarpras dan prasarana serta pelayanan terbaik buat pendidikan anak-anak Bangka Selatan,” ungkap Supiandi

Berdasarkan hasil rapat dengan Kepala Cabang Dinas ( Cabdin) Wilayah 3 pada hari senin (29 Juni 2026), telah diputuskan bahwa kuota tambahan SMA Muhammadiyah Toboali tidak dikabulkan oleh Cabdin Wilayah 3 karena telah ditetapkan 7 ruang belajar (rombel).

Sebelumnya SMA Muhammadiyah sudah pernah mengajukan permohonan penambahan kuota kepada Cabang Dinas wilayah 3 Bangka Selatan.

“Namun karena dinilai persyaratan pengajuan berupa ruang laboratorium IPA yang tidak layak untuk ruang kelas belajar maka permohon penambahan kuota ditolak oleh Cabang Dinas dan diharapkan konsen untuk menerima 7 kelas sebagaimana surat dari Cabdin,” ungkap Supiandi.

Baca Juga  Kebijakan Jalur Domisili 200 Meter di SPMB 2026 Dapat Dukungan DPRD Babel

“Alhamdulillah pada tahun 2026 SPMB atau PPDB SMA Muhammadiyah Toboali tahun 2026 mengalami peningkatan drastis. Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaannya terhadap sekolah kami. Kami mohon maaf belum bisa melayani bapak ibu semuanya,” tutupnya.