Peduli Lingkungan Sejak Dini, PT Timah Ajak Pelajar SD Kundur Barat Belajar Kelola Sampah
Selain itu, siswa yang aktif mengumpulkan sampah akan mendapatkan apresiasi berupa alat tulis dari hasil sampah yang ditukarkan sebagai bentuk motivasi agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami berharap program ini terus berlanjut. Anak-anak menjadi lebih semangat menjaga kebersihan sekolah karena mereka mendapatkan edukasi sekaligus penghargaan atas kepedulian terhadap lingkungan. Semoga nanti bukan hanya alat tulis saja,” katanya.
Ia menjelaskan, PT TIMAH juga memberikan dukungan berupa fasilitas pengangkutan sampah menuju bank sampah sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Tak hanya mendukung operasional bank sampah, PT TIMAH juga membantu penyediaan sarana kebersihan di sekolah berupa tiga unit tempat sampah terpilah dengan warna berbeda serta fasilitas keran air untuk menunjang kebersihan siswa.
Menurut Saharun, keberadaan tempat sampah terpilah memudahkan siswa membiasakan diri membuang sampah sesuai jenisnya sehingga budaya peduli lingkungan mulai terbentuk sejak di bangku sekolah dasar.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT TIMAH Bantuan ini bukan hanya melengkapi fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak agar terbiasa menjaga kebersihan dan ini sudah mulai terasa manfaatnya, banyak siswa yang sudah mulai membuang sampah pada tempatnya kalau habis jajan,” ujarnya.
Sebelumnya, PT TIMAH juga menggelar edukasi pengelolaan sampah bagi pelajar SDN 22 Mentok, Kabupaten Bangka Barat untuk memilah dan mengolah sampah agar bisa menjadi produk kreatif. (*)
