“Kami di DPRD tentu sangat mendukung penuh program ini. Prinsip ‘Semua Anak Berhak Sekolah, Tanpa Terkendala Biaya’ harus benar-benar diwujudkan tanpa membeda-bedakan latar belakang ekonomi siswa, baik mereka yang masuk ke sekolah negeri maupun swasta,” ujar Eddy Arif.

Mengingat proses pendataan dan pengukuran baju saat ini tengah berlangsung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bangka Barat, Eddy mengingatkan agar pihak sekolah bekerja secara teliti. Pihak legislatif menekankan pentingnya akurasi ukuran baju agar saat pembagian nanti tidak ada lagi barang yang tidak muat atau salah sasaran.

“Proses pendataan yang sedang berjalan ini adalah kunci utama. Jangan sampai bantuan yang anggarannya sudah disiapkan ini terkendala karena masalah salah ukuran. Kami juga mengimbau kepada seluruh orang tua siswa baru di Bangka Barat untuk proaktif memastikan anak-anak mereka sudah terdata dan diukur seragamnya di sekolah masing-masing,” tambahnya.

Baca Juga  Kelenteng Kong Fuk Miau Mentok Bersolek Jelang Perayaan Imlek

Melalui sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif, diharapkan program di bawah komitmen pemerintah daerah ini dapat mewujudkan generasi Bangka Barat yang cerdas, berprestasi, serta bebas dari angka putus sekolah.

“Semoga program bantuan untuk anak-anak sekolah ini mudah-mudahan bukan tujuan buat proyek semata. Serta bukan menjadi objek proyek dan mencari keuntungan bagi oknum-oknum yang ada di masyarakat. Karena uang ini, didukung oleh APBD dan kita tahun sendiri bagaimana kondisinya saat ini. Kami akan kawal program ini agar betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Anggota Fraksi Gerindra DPRD Babar tersebut.