Minus Rp77 Miliar: Klaim BPJS Kesehatan Babel Lebih Tinggi dari Penerimaan Iuran
Menurutnya salah satu kendala masyarakat lagi menjadi peserta yakni belum pahamnya masyarakat terkait perpindahan segmen, contohnya peserta PBI yang dinonaktifkan tapi belum daftar ulang.
“Untuk itu BPJS melakukan tele collecting persuasif ke peserta yang menunggak iuran. Bagi yang nonaktif tanpa tunggakan, seperti eks PBI atau berhenti kerja juga dihubungi agar segera daftar ulang atau jadi peserta mandiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada tiga pilar untuk menjaga keberlanjutan program JKN yakni pertama, risk pooling atau subsidi silang, masyarakat yang sehat membantu yang sakit. Idealnya seluruh penduduk Indonesia jadi peserta JKN yang aktif.
Kedua, pengumpulan iuran yang tepat jumlah dan waktu. BPJS selalu mengimbau peserta membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan untuk jadi penopang agar JKN berkesinambungan.
Ketiga, strategic purchasing atau pelayanan dioptimalkan di faskes tingkat pertama, dimana jika butuh rujukan, faskes rujukan diperkuat untuk layanan spesialistik.
“Kami selalu berupaya mendorong mutu layanan di fasilitas kesehatan (Faskes) mitra agar standar terpenuhi, karena dengan semakin baik layanan, masyarakat punya kepercayaan dan keterikatan lebih kuat jadi peserta JKN,” tutupnya.*
