Karya: Hari Aprizal

Paras lembut itu bagai rembulan yang naik dari di ufuk
Cahayanya menari di punggung ombak yang gelisah
Gemericik yang melemparkan dua-tiga butir air ke kayu dermaga
Menyulap laut menjadi halaman yang meneduhkan sekaligus berkilauan

Di antara kilau sinar rembulan
terbayang paras lembut nan mempesona Serupa catatan lama di buku-buku sejarah
Jejak peristiwa yang tak pernah benar-benar usai dibaca

Baca Juga  Kawan, Hari Ini Kemerdekaan