Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang segera mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Belitung dan Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan menuju ke lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi tambang rakyat Dusun Bantan dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memulai operasi pencarian.

Setelah koordinasi matang, Tim SAR Gabungan mulai melakukan pemantauan dan penyisiran secara visual di sepanjang pinggiran kolong tambang. Upaya pemantauan dan pencarian ini membuahkan hasil. Pada pukul 02:56 WIB, tubuh korban terlihat muncul ke atas permukaan air di sekitar lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP).

Melihat kondisi tersebut, Tim SAR Gabungan segera melakukan proses evakuasi. Jasad korban berhasil diangkat dengan aman dari permukaan air kolong tambang. Tim SAR Gabungan yang dibantu warga langsung membawa jasad korban menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga  Bos Tambang Tertimbun Longsor di Desa Kepoh Akhirnya Ditemukan

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia ini resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur kedaruratan yang terlibat dinyatakan kembali ke kesatuan masing-masing.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Bapak Mikel Rachman Junika, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersinergi di lapangan, yaitu Tim Rescuer USS Tanjung Pandan, Polsek Bantan, BPBD Kabupaten Belitung, Perangkat Desa Bantan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi yang solid sangat menentukan kecepatan dan kelancaran operasi kemanusiaan ini,” ungkapnya.