Ia menambahkan, melalui Penggerakan Bumil Sehat ini pemerintah juga mendorong setiap ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil minimal 4 kali, dengan 1 kali pertemuan didampingi suami agar keluarga memahami tanda-tanda bahaya selama kehamilan serta mampu memberikan dukungan yang optimal kepada ibu.

Selain itu, dr. Agus menegaskan bahwa pemerintah kini mendorong ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali, meningkat dari sebelumnya 4 kali, sesuai rekomendasi WHO yang telah diterapkan sejak tahun 2021. Dari 6 kali pemeriksaan tersebut, dua di antaranya wajib dilakukan dengan layanan ultrasonografi (USG).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus berupaya memperkuat layanan kesehatan ibu hamil melalui penyediaan sarana dan prasarana. Berdasarkan data DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan, saat ini terdapat kebutuhan 10 unit alat USG untuk 10 puskesmas, namun satu unit di antaranya masih dalam kondisi rusak. Selain itu, posyandu juga terus diperkuat dengan layanan antropometri untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan fisik anak.

Baca Juga  Polres Basel Bersama Pengurus Bhayangkari Bagikan Takjil ke Warga Toboali

Dr. Agus juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Semester I Tahun 2026, terdapat 5 kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi di Kabupaten Bangka Selatan. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2025 yang mencatat 2 kasus kematian ibu dan 8 kasus kematian bayi.

“Data tersebut menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Selatan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka Selatan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana melaksanakan rangkaian kegiatan selama tiga hari. Pada hari pertama, Senin (6/7/2026), dilaksanakan Penggerakan Bumil Sehat. Selanjutnya, pada Selasa (7/7/2026), akan dilaksanakan Penggerakan Cegah Stunting, sedangkan pada hari ketiga, Rabu (8/7/2026), akan digelar Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai bentuk kesinambungan intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka Selatan.

Baca Juga  Polisi Amankan 700 Liter Pertalite di Desa Delas

Melalui sinergi lintas sektor serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis upaya percepatan penurunan stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi dapat tercapai, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Bangka Selatan yang semakin maju.