Sinergi DKPPKB Bangka Selatan: Budayakan GERMAS, Wujudkan Masyarakat Sehat dan Produktif
Sinergi DKPPKB Bangka Selatan: Budayakan GERMAS, Wujudkan Masyarakat Sehat dan Produktif
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menggelar kegiatan Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Halaman Kantor Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membudayakan pola hidup sehat guna mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, yang sekaligus menjadi narasumber. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bangka Selatan, Ari Sutanto, S.Si., M.T., sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kabupaten Bangka Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa menegaskan bahwa GERMAS merupakan gerakan kampanye nasional yang diinisiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membudayakan pola hidup sehat melalui perubahan perilaku masyarakat menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Menurutnya, pelaksanaan GERMAS sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2005–2025 yang menargetkan terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, gizi, pendidikan, keluarga berencana, serta kesejahteraan sosial.
“GERMAS bukan sekadar program kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun budaya hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilannya membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar dr. Agus Pranawa.
Ia menjelaskan, implementasi GERMAS dilakukan melalui berbagai upaya, di antaranya peningkatan edukasi hidup sehat, peningkatan kualitas lingkungan, penguatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, penyediaan pangan sehat, percepatan perbaikan gizi, pembudayaan perilaku hidup sehat, serta peningkatan aktivitas fisik.
Lebih lanjut, dr. Agus Pranawa mengungkapkan bahwa berbagai persoalan kesehatan yang terjadi saat ini sebagian besar dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat. Tingginya konsumsi makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor yang meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.
