Air Mata Haru dan Doa Orang Tua Antar Puluhan Pelajar Raih Beasiswa PT Timah
Sebelum berangkat ke Bangka, orang tuanya berpesan agar selalu menjaga sikap, menghormati orang lain, dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada PT TIMAH yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya menjadi bagian dari keluarga besar Pemali Boarding School.
“Program ini sangat membantu keluarga kami dan menjadi jalan saya untuk meraih cita-cita,” katanya.
Semangat yang sama juga dimiliki Aqila Mumtaz, lulusan SMP Negeri 2 Pangkalpinang. Ia mengaku tidak pernah menyangka dapat lolos setelah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes akademik hingga psikotes.
“Bagi saya ini luar biasa. Awalnya hanya mencoba, ternyata bisa lolos. Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini,” ucapnya.
Aqila menargetkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri impiannya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan bercita-cita menjadi seorang diplomat.
Menurutnya, beasiswa ini menjadi kesempatan emas untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Semoga saya bisa belajar dengan sungguh-sungguh, masuk PTN impian, dan suatu saat nanti menjadi diplomat,” katanya penuh optimistis.
Sementara itu, M. Afiq Arsyad, lulusan SMP Negeri 3 Rangsang, Kepulauan Meranti, mengaku mengikuti program ini setelah mendapat rekomendasi dari sekolah.
Putra dari seorang petani itu mengatakan kesempatan belajar di Pemali Boarding School menjadi jawaban atas keterbatasan ekonomi keluarganya.
“Orang tua saya usianya sudah di atas 50 tahun. Mereka tetap mendukung saya walaupun harus jauh dari rumah. Bahkan ini pertama kalinya saya naik pesawat,” ujarnya sambil tersenyum.
Afiq bercita-cita menjadi seorang guru. Ia berharap dapat memanfaatkan kesempatan belajar di SMAN 1 Pemali untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Saya berharap PT TIMAH terus melanjutkan program ini karena sangat membantu anak-anak berprestasi seperti saya. Semoga saya bisa belajar dengan baik dan mengukir prestasi di sini,” tuturnya. (*)
