Begini Kronologi 4 Kapal Nelayan Ditabrak Tongkang di Perairan Pido Bangka, 12 ABK Selamat, Dua Hilang

BANGKA, TIMELINES.ID — Kecelakaan laut (laka laut) menimpa empat kapal nelayan pencari cumi di Perairan Karang Pido, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Minggu (12/7/2026) dini hari sekira pukul 01.00 WIB. Empat kapal tersebut dilaporkan ringsek setelah dihantam oleh sebuah kapal tongkang misterius yang melaju ke arah selatan.

Humas Kantor SAR Tanjungpinang dalam laporannya menyebut, peristiwa bermula saat rombongan nelayan asal Sungailiat sedang lego jangkar untuk mencari cumi di perairan Karang Pido. Saat kejadian, mesin genset dan lampu penerangan kapal dalam kondisi menyala penuh. Namun secara mendadak, sebuah kapal tongkang melintas mendekati posisi mereka. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Menurut keterangan saksi di lokasi, kapal tongkang yang menabrak tersebut mengarah ke Selatan (jika dari titik TKP mengarah ke Timur Laut).

Baca Juga  Tingginya Animo Emak-emak di Kecamatan Sungailiat Dapatkan Kupon Pasar Murah, Disperindag Babel Hanya Siapkan 65 Paket Sembako

Dari total 14 nelayan yang berada di empat kapal tersebut, pihak kepolisian mencatat sebanyak 12 orang berhasil selamat dan 2 orang lainnya dinyatakan hilang. Korban selamat dari KM Jelajah 1 adalah Sdr. Marhumi, Sdr. Samsudin, dan Sdr. Tomi, sementara sang juragan Sdr. Yudi Kurnia beserta satu ABK bernama Sdr. Andika dilaporkan belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.

Sementara itu, seluruh kru dari tiga kapal lainnya dilaporkan selamat. Korban selamat dari KM Asifa Jaya terdiri dari juragan Sdr. Beben Subandi, Sdr. Supriadi alias Gondrong, dan Sdr. Muliana alias Olip. Selanjutnya, dari KM Faisal, korban selamat atas nama Sdr. Nesri, Sdr. Didin Mujahidin, dan Sdr. Berul. Adapun dari KM Syafril, seluruh kru yang terdiri dari Sdr. Hame, Sdr. Acok, dan Sdr. Restu juga berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Baca Juga  Pengprov Perbakin Babel Resmi Dilantik, Erzaldi: Target Gelar Kejurnas dan Even Internasional

Sebanyak 12 korban selamat berhasil dievakuasi dan telah tiba di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat pada Minggu pagi dengan bantuan kapal bubu KM. Rayka Jaya dan KM. Lencam 2.

Kansar Tanjungpinang segera merespons cepat dengan mengerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Lingga.

Operasi SAR pada hari pertama ini dihadapkan pada tantangan cuaca yang cukup ekstrem. Berdasarkan data lapangan, angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan mencapai 16 Knots, arus menuju arah Utara dengan kecepatan 1.1 Knots, serta ketinggian gelombang mencapai 1.2 hingga 1.5 Meter.