Bijak Berdigital: Siswa Baru SMAN 3 Toboali Diajak Jaga Jempol saat Bermedsos
“Jempol kita jangan latah, jangan mudah meneruskan informasi yang belum kita ketahui kebenaranya, mari bijak bermedia sosial,” kata Dedy.
Sementara itu, Tri Prasetio selaku guru sekaligus moderator mengatakan penggunaan media sosial sudah menjadi budaya yang tidak dapat dihindarkan lagi di kalangan gen alpha.
Hal tersebut selaras dengan tujuan MPLS di SMAN 3 Toboali yang membekali murid dalam bijak bermedia sosial. Tri Prasetio menjelaskan urgensi dalam pengangkatan isu tentang bermedia sosial,
“Isu ini sangat dekat sekali di kehidupan modern seperti saat ini, apalagi murid masa kini semua pasti punya media sosial. Itu sebabnya perlu pendekatan dan pembekalan untuk murid kita supaya mengarah pada bijaksana bermedia sosial” Jelasnya.
Pada sesi tanya jawab, satu murid baru yang menanyakan apabila ada seseorang yang menjadi korban kekerasan verbal di media sosial.
“Kak, bagaimana menanggapi jika di media sosial ada yang berkomentar tidak baik dan bahkan cenderung menyakiti secara verbal ke kita?” tanya murid tersebut.
“Tanggapi dengan biasa saja, jangan terpancing emosi dengan membalas dengan bahasa yang berpotensi terjerat ITE. Balas dengan bahasa yang bijak dan santun atau tidak usah ditanggapi sama sekali, hapus komentar. Namun lebih baik di screenshot lebih dulu sebagai bukti pegangan,” tutup Dedy.

