Dalam arahannya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Kita perlu berkolaborasi untuk mengendalikan laju inflasi. Semua sektor harus ditegakkan untuk menekan laju inflasi. Dengan semangat kebersamaan kita dapat menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Bangka Belitung,” ujar Gubernur Hidayat Arsani.

Berdasarkan hasil paparan para Bupati dan Wali Kota se-Babel, perkembangan inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga pertengahan tahun 2026 berada dalam kondisi aman, stabil, dan terkendali.

Hasil tersebut menjadi dasar bagi seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi potensi gejolak harga akibat faktor pasokan, distribusi, maupun pengaruh musiman.

Sebagai tindak lanjut rapat, seluruh pemerintah daerah di Bangka Belitung menyatakan komitmen bersama untuk melaksanakan program pengendalian inflasi secara terpadu dan terkoordinasi. Kesepakatan tersebut akan diimplementasikan melalui sebelas program prioritas yang mencakup operasi pasar dan gerakan pangan murah, diversifikasi pangan, business matching komoditas pangan, pengembangan Early Warning System (EWS), perluasan asuransi pertanian, penguatan sarana pasca panen, kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi pangan, hilirisasi pangan, penguatan evaluasi kebijakan pusat dan daerah, serta pelaporan aktivitas perekonomian secara terintegrasi melalui Sistem Babel Ecository.

Melalui komitmen tersebut, Pemprov Babel bersama pemerintah kabupaten/kota Se-Babel optimistis pengendalian inflasi dapat berjalan semakin efektif, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di Babel.