Menurutnya, meski kondisi bangunan baru mencapai sekitar 40 persen, masjid tersebut sudah mulai dimanfaatkan warga untuk melaksanakan salat wajib dan ibadah pada bulan Ramadan.

“Alhamdulillah, walaupun pembangunannya belum selesai, masjid sudah bisa digunakan masyarakat untuk salat berjamaah. Bantuan ini tentu memberikan semangat bagi kami untuk terus menyelesaikan pembangunan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan masjid dimulai sejak 2019 dengan mengandalkan dukungan dari pemerintah daerah, swadaya masyarakat, dan para donatur. Hingga kini, kebutuhan biaya pembangunan masih cukup besar agar masjid dapat diselesaikan sepenuhnya.

Senada, Kepala Dusun Desa Jelutung, Sarferi, mengatakan proses pembangunan saat ini masih membutuhkan biaya untuk pembelian material bangunan serta pembayaran upah para pekerja.

Baca Juga  Bulan Bakti PT Timah Tbk Bakal Digelar di Kundur, Masyarakat Bisa Ikuti Khitanan Massal dan Donor Darah

Menurutnya, bantuan dari PT TIMAH memberikan manfaat nyata karena dapat membantu kelancaran proses pembangunan, termasuk memenuhi kebutuhan pembayaran upah tukang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT TIMAH yang telah peduli dan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid ini. Semoga PT TIMAH semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” harap Sarferi. (*)