Digitalisasi Koperasi Merah Putih, Langkah Wawako Pangkalpinang Percepat Operasional
“Koperasi masa kini adalah koperasi digital yang mampu menjangkau generasi muda, pelaku UMKM, nelayan, petani milenial hingga startup lokal,” katanya.
Usai kegiatan, Dessy menegaskan Pemerintah Kota Pangkalpinang akan mempercepat pengoperasian seluruh KDKMP melalui forum koordinasi bersama para pengurus koperasi.
“Secepat-cepatnya untuk KDKMP. Makanya kita menggelar rakor ini untuk mendengarkan berbagai masukan dan kendala dari para pengurus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pangkalpinang, Yasin, mengatakan pengembangan Koperasi Merah Putih harus disesuaikan dengan karakteristik Kota Pangkalpinang sebagai kota perdagangan dan jasa.
Menurutnya, koperasi di Pangkalpinang diarahkan menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat seperti grosir sembako, LPG, dan layanan ekonomi lainnya.
“Kota Pangkalpinang bukan daerah pertanian atau perkebunan, sehingga pengembangan koperasi harus menyesuaikan karakteristik daerah sebagai kota perdagangan dan jasa,” katanya.
Di kesempatan yang sama, perwakilan Kodim, Ronal Manik, menjelaskan pihaknya berperan memberikan pendampingan dan asistensi dalam pembangunan Koperasi Merah Putih, terutama terkait pengawasan dan penyediaan lahan.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama ketersediaan lahan yang strategis di beberapa wilayah.
“Harapannya koperasi dibangun dekat dengan masyarakat dan sesuai kebutuhan warga setempat agar benar-benar berjalan dan bermanfaat,” ujarnya.
Ronal menambahkan, ke depan seluruh layanan Koperasi Merah Putih juga diarahkan terintegrasi dengan sistem pembayaran digital seperti QRIS dan layanan keuangan digital lainnya guna memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
