“Karena ini sektornya lintas kabupaten, wewenangnya ada di pemerintah provinsi Bangka Belitung. Tetapi kita berharap juga ini butuh gotong royong supaya ini bisa diaktifkan kembali, maka kita lagi berkomunikasi kepada Kementerian Perhubungan,” ucap Didit.

“Mudah-mudahan Bapak Dirjen bisa menerima kita. Tetapi itu kan lama prosesnya, bisa bertahun-tahun. Maka untuk sementara dialihkan ke pelabuhan Pangkalbalam dulu,” imbuhnya.

Legislator PDI-P ini pun, mendesak PT ASDP dan PT Pelindo untuk mempercepat proses transisi rute tersebut. Jika jalur penyeberangan ini terhenti terlalu lama, ia khawatir akan terjadinya kelangkaan barang pokok di pasar yang akan memicu inflasi di kedua pulau.

“Harapan kita mudah-mudahan insyaallah itu bisa lebih cepat sebelum Agustus. Karena ini sangat berdampak terhadap sektor ekonomi, Bangka dan Belitung juga. Takut terhambat barang-barang yang dibutuhkan masyarakat. Karena tidak adanya tempat penyeberangan yang baik, ini akan terkendala,” ucapnya.

Sebagai langkah awal pemindahan rute ini, lanjut dia, Manajemen ASDP Cabang Bangka dijadwalkan menggelar rapat koordinasi dengan Pelindo Bangka pada Selasa pagi besok. Agenda utama pertemuan tersebut akan berfokus pada penyusunan kesepakatan tarif penyeberangan yang baru di Pelabuhan Pangkalbalam.

“Besok pagi insyaallah, GM ASDP akan koordinasi dengan GM Pelindo menyangkut tarif, supaya tidak ada permasalahan hukum di kemudian hari,,” tegas Didit.

Lebih lanjut, Didit juga mengapresiasi komitmen General Manager ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo Upandika, yang bergerak cepat mengamankan jadwal pelayaran darurat ini demi kepentingan masyarakat luas.

“Maka kita juga berharap bahwa untuk hal ini segera diselesaikan. Dan alhamdulillah sudah ada jawaban dari Bapak Cahyo (GM ASDP Bangka), insyaallah awal Agustus sudah beroperasi lagi dengan dialihkan ke Pangkalbalam,” pungkasnya. (Heri DS)