“Karena kami, sopir-sopir ini terkadang secara swadaya melakukan perbaikan sendiri dengan material seadanya. Ada yang kita timbun sendiri dengan kerikil dan batu serta tanah sehingga jalan yang rusak lebih mudah untuk dilalui,” imbuhnya.

Keluhan senada juga datang dari warga setempat, Deri (34). Ia mengaku sering menggunakan jalur terminal untuk berbelanja dan merasa was-was saat melintas, terutama ketika kondisi cuaca buruk atau malam hari.

“Kalau hujan, lubang-lubang dalam itu tertutup air jadi tidak kelihatan sama sekali. Sangat bahaya buat pengendara motor seperti saya, bisa terjatuh kalau tidak hafal posisi lubangnya. Apalagi penerangan di beberapa titik juga minim kalau malam,” kata Deri.

Kondisi tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Terlebih, jalur tersebut merupakan akses utama yang padat lalu lintas kendaraan angkutan penumpang serta masyarakat umum yang pulang dari pasar.

Para pengguna jalan berharap Dinas Terkait di Pemerintah Kabupaten Bangka Barat segera turun tangan melakukan perbaikan demi menjamin keselamatan warga.