Disparbudkepora Babel Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Pemandu Wisata Desa Bangka Barat
Meski di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah baru dapat memfasilitasi pelatihan bagi 10 peserta, karena kualitas juga jauh lebih penting dari kuantitas karena ilmu yang diperoleh harus benar-benar diterapkan.
“Bahasa adalah keterampilan, jika tidak digunakan, lama-kelamaan akan lupa. Jangan berhenti belajar dan jangan takut berlatih, gunakan setiap kesempatan untuk berbicara dan berkomunikasi agar kemampuan yang dimiliki terus berkembang,” terang Eko.
Menurut Eko, pengalaman dan kompetensi yang dimiliki para fasilitator merupakan kesempatan berharga untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri sebagai pemandu wisata karena memajuan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, BPD, pendamping desa, pelaku wisata dan masyarakat agar setiap potensi yang dimiliki desa dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang bernilai.
“Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini. Teruslah belajar, berani mencoba dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jadilah pemandu wisata yang tidak hanya mampu menjelaskan destinasi, tetapi juga menjadi duta yang memperkenalkan keramahan, budaya dan kebanggaan Bangka Belitung kepada dunia,” ujarnya.
Eko juga mengapresiasi komitmen para kepala desa dan peserta yang terus berupaya membangun sektor pariwisata di wilayahnya masing-masing dan berharap setiap desa memiliki produk atau destinasi unggulan yang dapat dipromosikan secara lebih luas sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Masa depan pariwisata daerah ada di tangan kita semua dan perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh,” tutup Eko.

