Nasib Penambang Terancam, Yogi Maulana Minta PT Timah Evaluasi Disparitas RKAB Bangka dan Belitung
Guna mengurai persoalan kuota dan optimalisasi penyerapan produksi rakyat, Yogi Maulana memaparkan beberapa poin rekokmendasi utama yang harus ditindaklanjuti oleh manajemen PT Timah, yaitu:
Menyusun perencanaan RKAB secara presisi dan proporsional berdasarkan potensi riil produksi di masing-masing wilayah (Bangka dan Belitung).
Meningkatkan komunikasi serta integrasi antarunit operasi wilayah Bangka dan Belitung agar ketimpangan penyerapan hasil tambang dapat ditekan.
Menyampaikan informasi terbuka kepada pemerintah daerah dan DPRD Babel jika terdapat batasan regulasi yang menghambat fleksibilitas alokasi RKAB antarwilayah.
“Serta melakukan pembenahan tata kelola dan evaluasi berkala agar masalah terhentinya alokasi pembelian tidak berulang di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

