Pada masa ajaran baru, seringkali membawa banyak ajakan, baik itu organisasi, penantian, dan ekstra kulikuler. Mencintai diri sendiri berarti tahu kapan harus berkata TIDAK. Karena, tubuh dan pikiran kita butuh istirahat. jangan sampai demi terlihat “keren” atau “aktif” di mata orang lain, kita harus mengorbankan waktu tidur, kesehatan fisik, dan kedamaian mental diri sendiri.

Catatan penting untuk diri sendiri. Self-love BUKANLAH alasan untuk malas-malasan atau menghindar dari tanggung jawab. akan tetapi Self-love adalah memilih untuk berjuang tanpa harus menyiksa diri sendiri.

Kesimpulan yang dapat ditarik oleh penulis yang berkecimpung pada jurusan Bimbingan dan Konseling. Mencintai diri sendiri adalah menyadari bahwa kamu BERTUMBUH, bukan BERPACU. Karena hal yang paling sulit dalam hidup, bukanlah menjadi kaya, atau menjadi orang yang dikagumi, melainkan tetap menjadi dirimu sendiri, karena ketika realita terus menyuruhmu untuk menjadi orang lain, kalian akan kehilangan banyak hal, akan banyak timbulnya rasa kecewa, dan akan selalu merasa tertinggal.

Jangan menjadi aneh, karena aneh rasanya kita bisa begitu tulus mencintai orang lain, memahami segala kekurangannya, bahkan memaafkan kesalahannya. Namun, saaat berhadapan dengan diri sendiri, kita justru sering lupa memberi kasih yang sama.

Akan tetapi percayalah, bulan tidak pernah terburu-buru untuk menjadi purnama. Ia rela melewati malam-malam gelap, hingga akhirnya mengerti, bahwa menjadi kuat bukan tentang tidak pernah redup. Melainkan tetaplah bersinar meski cahayamu belum sempurna.