Bahan baku parfum diperoleh dari agen, kemudian diracik berdasarkan pengetahuan yang mereka pelajari. Dalam prosesnya, Rizky Parfume juga menggunakan bahan dengan kualitas terbaik.

“Bahan baku parfum didapatkan dari agen, kemudian kami racik berdasarkan cara-cara yang telah kami pelajari dari agen,” jelas Dewi.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan usaha parfum adalah mengenali ratusan aroma yang tersedia. Setiap pelanggan memiliki selera berbeda, sehingga pengetahuan mengenai karakter aroma menjadi hal penting.

“Biasanya kami mengaitkan aroma dengan sesuatu yang sudah familiar, seperti aroma buah-buahan atau bunga. Dengan begitu, lebih mudah untuk menghafalnya,” ujarnya.

Seiring waktu, Rizky Parfume terus berkembang. Selain melayani pelanggan secara langsung di toko, Dewi juga memanfaatkan jaringan reseller dan kanal digital untuk memperluas pemasaran.

Pelanggan dapat melakukan pembelian melalui WhatsApp, Facebook, maupun Instagram. Berbagai promo dan kupon juga diberikan untuk menarik pelanggan agar kembali berbelanja.

Rizky Parfume menyediakan parfum dalam berbagai ukuran, mulai dari botol 7,5 mililiter hingga 100 mililiter. Harganya pun beragam, mulai dari Rp18 ribu hingga Rp400 ribu.

Dari usaha yang dahulu dirintis dengan skala kecil, kini Rizky Parfume mampu membukukan omzet puluhan juta perbulan dan ini meningkat empat kali lipat dari dibandingkan pada masa awal usaha.

Bagi Dewi, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa usaha kecil dapat terus berkembang selama dijalankan dengan ketekunan dan kemauan untuk belajar.

Pendampingan yang diberikan PT TIMAH juga menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya. Tidak hanya dukungan permodalan, berbagai pelatihan dan edukasi yang diterima membantu Dewi memperluas wawasan dalam mengelola bisnis.

“Harapan saya, PT TIMAH ke depannya tetap berkembang dan terus membina mitra binaannya dengan memberikan berbagai pelatihan. Semoga PT TIMAH sukses selalu dan jaya selalu,” tuturnya.

Kini, di balik aroma-aroma parfum yang memenuhi etalase Rizky Parfume, tersimpan perjalanan panjang Dewi dalam membangun usaha. Dari merintis di rumah, membuka toko pertama, hingga memiliki cabang usaha.

Perjalanan Dewi menunjukkan bahwa naik kelas bagi UMKM bukanlah proses yang instan. Ada keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan yang membantu pelaku usaha melangkah lebih jauh. (*)