Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Remaja di Toboali
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Remaja di Toboali
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Rasa sakit hati yang dipicu perselisihan soal suara bising knalpot brong berujung maut di Dusun Sungai Gusung, Desa Rias, Toboali, Bangka Selatan. Seorang pria bernama Kalung (46) nekat menikam remaja berinisial RS (13) hingga tewas akibat tak terima kerap diolok-olok korban, Rabu (22/7/2026).
Polisi mengungkapkan bahwa dendam dan rasa tersinggung menjadi akar utama dalam tragedi penikaman ini. Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Imam Satriawan, menyebut pertikaian itu diawali dari teguran pelaku terhadap korban yang melintas mengendarai sepeda motor bernada bising di depannya.
Bukannya mereda, teguran tersebut justru memicu bentrok verbal. Korban diduga merespons dengan ejekan yang berulang hingga menyulut amarah pelaku.
“Motif sementara berdasarkan pemeriksaan awal diduga kuat karena pelaku merasa sakit hati dan tersinggung akibat sering diolok-olok oleh korban,” tegas AKP Imam Satriawan, Kamis (23/7/2026).
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami materi ucapan ejekan tersebut serta riwayat hubungan antara keduanya untuk memastikan ada atau tidaknya dendam lama sebelum penikaman terjadi. Kronologi mendetail nantinya akan diuji lewat proses rekonstruksi di lokasi kejadian.
Usai melancarkan aksinya dengan sebilah pisau, pelaku sempat melarikan diri ke kawasan perkebunan sawit Desa Rias. Namun, pelarian pria 46 tahun tersebut tak berlangsung lama.
Pukul 13.30 WIB: Tim Resmob Macan Selatan menerima laporan warga dan langsung menerjunkan tim ke lapangan.
Pukul 14.00 WIB: Pelaku berhasil diringkus di area kebun sawit tanpa perlawanan.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau bergagang kayu sepanjang 25 cm, pakaian bersimbah darah yang robek, serta sepasang sandal.
Korban RS sempat dilarikan ke RSUD Bangka Selatan oleh warga sekitar guna mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, akibat pendarahan parah dari luka tikaman, nyawa remaja 13 tahun itu tidak berhasil diselamatkan.
Saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Bangka Selatan guna menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk melengkapi berkas perkara sesuai aturan hukum yang berlaku.

