“Jadilah pribadi yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan jadikan bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk, Eka Widyastutik juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Pengda KAGAMA Bangka Belitung, mahasiswa KKN-PPM UGM, Pemerintah Desa Sumber Jaya Permai dan masyarakat dalam menyukseskan gerakan “Pulau Besar Menanam”.

“Kegiatan ini bukan sekadar aksi menanam pohon, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan masyarakat,” ujarnya.

BPDAS Baturusa Cerucuk mengapresiasi semangat pengabdian mahasiswa KKN-PPM UGM yang telah berkolaborasi bersama KAGAMA dan masyarakat dan berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.

Beberapa bibit durian Namlung dan alpukat Pulen Hijau yang ditanam tidak hanya berfungsi meningkatkan tutupan vegetasi dan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bibit yang kita tanam hari ini merupakan investasi bagi masa depan. Dalam empat hingga lima tahun ke mdepan, tanaman ini diharapkan mulai berproduksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Pulau Besar,” ujarnya.

Eka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai awal dari gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan karena ini bukanlah tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Inilah wujud semangat Guyub Rukun Migunani, yakni bergotong royong menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk terus menanam, merawat, dan menjaga alam agar tetap lestari demi generasi yang akan datang,” tutupnya.