Resmi Jabat Ketua APTISI Babel, Fadillah Sabri Siap Pacu Daya Saing Perguruan Tinggi Swasta di Babel
Ia menegaskan bahwa kepengurusan APTISI Babel periode 2026–2031 akan memfokuskan program pada peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi, penguatan kapasitas dosen, hilirisasi riset, transformasi digital, internasionalisasi kampus, serta pengembangan kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Komitmen tersebut sejalan dengan kiprah Unmuh Babel yang terus menunjukkan prestasi di tingkat nasional, termasuk meraih berbagai penghargaan pada Rapat Kerja Perguruan Tinggi Swasta LLDIKTI Wilayah II. Berbagai capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat posisi perguruan tinggi swasta Bangka Belitung agar semakin kompetitif dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Umum APTISI Pusat Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I. menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi antarkampus swasta di seluruh Indonesia.
Menurutnya, APTISI harus menjadi organisasi yang mampu melahirkan inovasi, memperkuat jejaring, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi nasional.
Teman-teman APTISI harus bersatu dan memperkuat bargaining position. Upaya ini kita lakukan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) seperti 25 tahun yang lalu dirinya menjadi Ketua APTISI, APK di Jawa Barat paling tinggi, karena bupati dan gubernurnya memberikan dukungan kepada perguruan tinggi.
“Pak Fadillah dan teman-teman, tolong petakan kondisi 7 kabupaten di Babel, apa saja yang masih menjadi kekurangan kita,” ujarnya.
Prof. Budi Djatmiko juga berharap dengan kepemimpinan baru di bawah Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., APTISI Babel harus berperan sebagai motor penggerak kemajuan perguruan tinggi swasta, mempererat sinergi lintas kampus serta melahirkan berbagai inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di negeri serumpun sebalai.
“Lulusan perguruan tinggi di Babel harus mampu mencerminkan bahwa kita memiliki kontribusi yang kuat, sehingga pemerintah terdorong memberikan dukungan karena melihat kontribusi baik yang kita berikan,” tutupnya.

