Harumkan Bangka Belitung, Qatrunnada dan Herfan Iqbael Melaju ke FLS3N Pantomim SMP Tingkat Nasional
Nama tersebut diberikan oleh sang ayah, Yulhaidir seorang pegiat literasi, budaya, dan seni asal Bangka Selatan. Yulhaidir mengenang, nama itu lahir dari lembaran perjuangan hidupnya masa lalu saat bekerja di Pelelangan Ikan Pangkalpinang.
“Setiap sepertiga malam, di tengah sunyi dan dingin malam, saya harus menembus embun dengan motor tua hanya untuk mengais rezeki. Dari situlah nama Qatrunnada lahir, sebagai pengingat perjuangan dan berkah,” tutur Yulhaidir.
Lahir di Pangkalpinang pada 15 Desember 2011, si bungsu dari dua bersaudara ini memang tumbuh di lingkungan yang akrab dengan dunia seni dan bahasa. Sang kakak saat ini juga aktif mengajar sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP Negeri 9 Pangkalpinang.
Bakat seni Nada sejatinya sudah mengkilat sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kala itu, ia pernah menyabet Juara 1 Pantomim tingkat Kota Pangkalpinang serta Juara 2 tingkat Provinsi Bangka Belitung, di samping prestasinya di bidang cipta dan baca puisi sekolah.
Keberhasilan menembus tingkat nasional tahun 2026 ini tak lepas dari latihan ketat serta kolaborasi solid antara siswa, pelatih, dan sekolah. Di bawah gemblengan pelatih David Fernandez serta pendampingan guru pembina Oktavia Damayanti, penampilan Nada dan Herfan mampu memikat para dewan juri.
“Alhamdulillah, ini berkat ketekunan anak-anak, bimbingan Pak David Fernandez dan Bu Oktavia Damayanti yang tak kenal lelah memberikan motivasi serta arahan,” ungkap Yulhaidir penuh syukur.
Meski bertempat tinggal terpisah dari sang ayah yang beraktivitas di Bangka Selatan, Nada yang bercita-cita menjadi seorang seniman profesional ini selalu mendapat suntikan dorongan moril dan doa tanpa henti dari keluarganya.
Kini, Nada bersama Herfan akan menjalani porsi latihan yang lebih intensif guna mempersiapkan diri membawa nama harum Serumpun Sebalai di panggung FLS3N Tingkat Nasional.

