Muslihat Ayah di Mentok: Sembunyikan Sabu di Sepatu Anak, Terbongkar saat Upacara Sekolah
Hasilnya mengejutkan, polisi kembali menemukan total empat paket plastik klip berisi kristal bening yang diduga kuat sebagai sabu, sengaja disisipkan di dalam sepatu anak pelaku.
Saat diinterogasi di tempat, R tidak dapat mengelak lagi. Dengan wajah tertunduk, ia mengakui bahwa kristal putih perusak saraf tersebut adalah milik pribadinya yang sengaja disembunyikan di perlengkapan sekolah anaknya agar tidak terendus petugas.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti 4 paket sabu dengan berat bruto 1,40 gram. Lima plastik klip kosong dan 1 sekop modifikasi dari pipet plastik. Satu pasang sepatu anak (tempat menyembunyikan barang bukti).
Satu kotak berisi pirek dan 1 bungkus rokok dan 1 unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk bertransaksi. Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak melalui Kasatresnarkoba, AKP Nikko Panderi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah yang dinilai jeli dan berani mengambil keputusan cepat.
“Respons cepat dari pihak sekolah sangat kami apresiasi. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci dalam mencegah peredaran narkotika, terutama di lingkungan pendidikan,” ujar AKP Nikko.
Ia juga menegaskan bahwa Polres Bangka Barat tidak akan memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya.
“Polres Bangka Barat akan menindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba tanpa pandang bulu,” tambahnya seraya mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Kini, hari-hari R tidak lagi dihabiskan di rumah kontrakannya. Ia harus mendekam di sel tahanan Mapolres Bangka Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi saat ini tengah memburu pemasok utama guna membongkar jaringan peredaran sabu yang lebih luas di Bangka Barat.

