Dorong Pasar Tradisional Naik Kelas, BI Babel Sosialisasikan QRIS di Mentok
Mungkin, selama ini masyarakat masih bertanya-tanya aada biaya atau tidak dalam menggunakan qris. Di sini, ia menegaskan tidak ada biaya dan mata uang yang dipotong dan terkena pajak ketika terjadi transaksi.
“Di sini kita mendorong agar masyarakat di Indonesia, bahkan di daerah itu bisa berkompetisi di tingkat internasional Kenapa kalau kita bicara internasional? Karena qris ini bisa digunakan untuk menikmati transaksi langsung dari wisatawan asing,” ujarnya.
“Wisatawan dari mana aja, yang pertama Singapura, Malaysia, Thailand. Terus Korea Selatan, Jepang, Cina sudah bisa. Jadi artinya begini, karena kita melihat Babel sebagai salah satu kawasan yang punya daya tarik wisata internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman mengatakan, jegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Pasar adalah jantung perekonomian daerah di mana UMKM tumbuh dan lapangan kerja tercipta. Pemerintah Daerah memprioritaskan penataan pasar agar bersih, nyaman, dan berdaya saing, yang kini dilanjutkan dengan transformasi sistem transaksi melalui gerakan digitalisasi pembayaran non-tunai,” katanya.
Untuk memastikan pedagang tidak merasa kesulitan, Bank Indonesia Bangka Belitung menyediakan pendampingan dan edukasi secara gratis. Program ini diharapkan menjadi investasi masa depan agar pasar tradisional di Bangka Barat bisa naik kelas, meningkatkan omzet pedagang, mempercepat pelayanan, serta membangun citra pasar yang modern dan digital.
Terdapat empat keunggulan utama sistem QRIS yang disosialisasikan kepada para pedagang. Pertama lebih aman karena terhindar dari risiko kehilangan uang tunai atau menerima uang palsu. Lebih praktis, transaksi lebih cepat tanpa perlu repot mencari uang kembalian.
“Lebih transparan, catatan penjualan terekam secara otomatis dan akurat. Kemudian akses permodalan, rekam jejak transaksi memudahkan pedagang mendapatkan akses bantuan modal dari bank atau koperasi. Selain itu, sistem ini mendukung akuntabilitas PAD melalui pengelolaan retribusi pasar yang lebih tertib,” ujarnya.

